Tanda baca untuk IELTS Writing: koma, titik, dan apostrof
Jawaban singkat
Tanda baca dinilai di dalam Grammatical Range and Accuracy (ragam dan ketepatan tata bahasa), bukan sebagai kriteria tersendiri. Descriptor publik bergerak dari koma dan titik yang sering salah atau hilang, sampai tanda baca yang cukup stabil sehingga pembaca tidak lagi menyadarinya. Dalam praktik, akhiri setiap gagasan yang lengkap dengan titik, jangan pernah menyambung dua kalimat utuh hanya dengan koma, dan taruh koma hanya jika ia punya tugas: setelah frasa pembuka, di sekitar informasi tambahan, dalam daftar, dan sebelum “but” atau “so”.
Di halaman ini
Tanda baca adalah bagian tata bahasa yang paling cepat bisa diperbaiki peserta tes. Aturannya sedikit, dan pemeriksaan singkat di akhir tes menangkap sebagian besar kesalahan. Panduan ini membahas titik dan comma splice (dua kalimat utuh yang hanya disambung koma), tugas tiap koma, tempat koma tidak dipakai, serta hal-hal yang lebih kecil tentang apostrof, huruf kapital, dan angka di Task 1. Untuk kriteria secara keseluruhan, mulailah dari panduan utama tata bahasa IELTS.
Poin penting
- Tanda baca dinilai di dalam Grammatical Range and Accuracy. Ia bukan kriteria tersendiri.
- Dua kalimat utuh membutuhkan titik di antaranya, bukan koma saja. Kesalahan itu disebut comma splice.
- Beri setiap koma satu tugas: setelah frasa pembuka, di sekitar informasi tambahan, dalam daftar, sebelum “but” atau “so”, dan setelah kata penghubung yang membuka kalimat.
- Koma tidak dipakai antara subjek dan kata kerjanya, sebelum “that”, atau di sekitar klausa restriktif.
- Titik tidak pernah salah, jadi titik koma dan titik dua bersifat opsional.
- IELTS tidak mempublikasikan daftar aturan tanda baca dan tidak menghitung kesalahan per band.
Di mana tanda baca dinilai
Band descriptor Writing versi publik menempatkan tanda baca di dalam Grammatical Range and Accuracy, yang menurut IELTS.org berbobot sama dengan tiga kriteria Writing lainnya. Ejaan berada di dalam Lexical Resource (penguasaan kosakata). Keduanya bukan kriteria tersendiri, dan keduanya tidak diabaikan.
Parafrasa band descriptor di situs ini, pada alat band descriptor Writing, menunjukkan bagaimana rumusannya bergerak:
- Pada Band 4, koma dan titik sering salah tempat atau hilang.
- Pada Band 5, tanda baca tidak dapat diandalkan, dan bersama kesalahan tata bahasa yang sering muncul, ia membuat pembaca harus bekerja keras.
- Pada Band 6, ada kesalahan tanda baca, tetapi jarang mengganggu makna.
- Pada Band 7, tata bahasa dan tanda baca sama-sama terkendali dengan baik, dan hanya tersisa beberapa kesalahan.
Langkah dari Band 5 ke Band 6 digambarkan sebagai tanda baca yang menjadi cukup stabil sehingga bisa diabaikan. Jadi tujuannya bukan tanda baca yang canggih, melainkan tanda baca yang tidak pernah perlu dipikirkan pembaca.
IELTS tidak mempublikasikan daftar aturan tanda baca, jumlah kesalahan yang diperbolehkan di band mana pun, atau pengurangan nilai untuk satu tanda baca. Tidak ada di sini yang menjanjikan band tertentu.
Titik dan kalimat run-on
Setiap gagasan yang lengkap diakhiri dengan titik. Kesalahan di band terendah adalah titik yang hilang, dan daftar jebakan Band 4 di situs ini menyebut menyambung setiap gagasan dengan koma tanpa titik. Kesalahan yang bertahan jauh lebih lama adalah comma splice, yang menyambung dua kalimat utuh hanya dengan koma.
- Comma splice: “The number rose, it then fell.”
- Diperbaiki dengan titik: “The number rose. It then fell.”
- Diperbaiki dengan kata sambung: “The number rose, and it then fell.”
- Diperbaiki dengan membuang subjek kedua: “The number rose and then fell.”
Comma splice mudah terlewat karena tampak seperti jeda yang wajar. Daftar jebakan Band 6 di situs ini menyebut comma splice yang lolos dari setiap pemeriksaan karena alasan itu. Ujinya: kalau kedua sisi koma bisa berdiri sendiri sebagai kalimat, dan hanya koma yang menyambungnya, itu comma splice.
Kata penghubung tidak memperbaiki comma splice. “The number rose, however it fell” tetap comma splice, karena “however” bukan kata sambung seperti “but”. Tulis “The number rose. However, it fell.” atau “The number rose, but it fell.”
Run-on sentence (kalimat yang menyambung tanpa titik) adalah kesalahan yang sama tanpa koma: “The number rose it then fell.” Perbaiki dengan cara yang sama.
Koma menurut tugasnya
Pakai koma kalau ia menjalankan salah satu dari lima tugas ini, dan jangan pakai di luar itu.
Setelah klausa atau frasa pembuka
Ketika kalimat dimulai dengan sesuatu selain subjeknya, koma biasanya menandai di mana klausa utama dimulai.
- “Although unemployment rose, spending stayed steady.”
- “In recent years, more people have moved to cities.”
- “To reduce traffic, councils can limit parking.”
Frasa pembuka yang sangat pendek boleh tanpa koma, tetapi kebiasaan yang aman adalah tetap memakainya.
Di sekitar klausa relatif nonrestriktif
Klausa yang menambah informasi tambahan tentang kata benda yang sudah jelas diapit dua koma: “The museum, which opened in 1990, attracts many visitors.” Panduan klausa relatif untuk IELTS Writing dan Speaking membahas aturan lengkapnya, termasuk mengapa “that” tidak pernah dipakai setelah koma.
Dalam daftar
Pisahkan tiga item atau lebih dengan koma, dan taruh “and” sebelum item terakhir: “Housing, transport and food rose.” Koma sebelum “and” dalam daftar bersifat opsional dalam tulisan Inggris Britania. Pilih satu gaya dan pakai secara konsisten di seluruh tulisan.
Sebelum “but” dan “so” yang menyambung dua klausa
Ketika “but” atau “so” menyambung dua klausa utuh, taruh koma sebelumnya: “Wages rose, but living standards did not.” “Housing is scarce, so many students share flats.” Ketika bagian kedua tidak punya subjek sendiri, ia bukan klausa, dan koma tidak diperlukan: “The line rose and then fell.” “Wages rose but did not last.”
Setelah kata penghubung di awal kalimat
Kata penghubung yang membuka kalimat diikuti koma: “However, exports fell.” “For example, buses are cheaper.” “In addition, cycling lanes improve safety.” Di tengah kalimat, kata penghubung yang sama diapit dua koma: “Exports, however, fell.” Panduan kata penghubung dan koherensi membahas kata penghubung mana yang dipakai.
Tempat koma tidak dipakai
Tanda baca berlebihan sama kelihatannya dengan tanda baca yang kurang. Tiga tempat ini tidak pernah memakai koma:
Antara subjek dan kata kerjanya. Salah: “The number of visitors to the museum, rose.” Benar: “The number of visitors to the museum rose.”
Sebelum “that”. Salah: “Many people argue, that taxes should rise.” Benar: “Many people argue that taxes should rise.”
Di sekitar klausa restriktif. Klausa yang memberi tahu pembaca kata benda mana yang kamu maksud tidak memakai koma. “Students who work part-time earn less” berarti hanya mahasiswa itu. “Students, who work part-time, earn less” mengatakan semua mahasiswa begitu. Komanya mengubah makna.
Titik koma dan titik dua
Keduanya opsional, dan titik tidak pernah salah. Titik koma menyambung dua kalimat utuh yang berkaitan erat: “Public transport is quick; private cars are not.” Titik dua memperkenalkan penjelasan atau daftar: “There is one clear cause: delay.” Kalau kamu tidak yakin dengan aturannya, pakai titik. IELTS tidak mewajibkan salah satunya.
Apostrof
“Its” dan “it’s”. “Its” menunjukkan kepemilikan dan tidak memakai apostrof: “The city and its suburbs”. “It’s” adalah bentuk singkat dari “it is” atau “it has”, jadi ia sama sekali tidak cocok di esai formal.
Satu pemilik dan banyak pemilik. Tulis apostrof sebelum “s” untuk satu pemilik dan sesudahnya untuk banyak pemilik: “the country’s economy” berarti satu negara, “the countries’ economies” berarti lebih dari satu. Bentuk jamak tak beraturan menambahkan apostrof dan “s”: “people’s habits”, “children’s schools”.
Tidak ada apostrof pada bentuk jamak. Tulis “the 1990s”, “three graphs”, dan “many studies”. Menulis “1990’s” atau “graph’s” untuk bentuk jamak adalah kesalahan sesaat yang sering terjadi.
Huruf kapital
Negara, kebangsaan, bahasa, bulan, dan hari memakai huruf kapital: “Brazil”, “Brazilian”, “English”, “March”. Musim dan mata pelajaran memakai huruf kecil: “in summer”, “physics”, “economics”. Mata pelajaran yang berupa bahasa tetap memakai huruf kapital: “English”, “French”. Kata umum seperti “the government” dan “the city” tetap huruf kecil kecuali menjadi bagian dari sebuah nama.
Hal khusus di Task 1
Task 1 penuh angka, dan tiap jenisnya punya kebiasaan.
- Tahun atau periode yang membuka kalimat diikuti koma: “In 2010, sales fell.”
- Dasawarsa tidak memakai apostrof: “the 1990s”.
- Dalam tulisan Inggris, ribuan memakai koma, seperti 1,200, dan desimal memakai titik, seperti 3.5.
- Pilih “20%” atau “20 per cent” dan pakai secara konsisten.
- Daftar tiga kategori memakai koma dan “and”: “Housing, transport and food”.
- Rentang memakai “from” dan “to” tanpa koma: “from 20% to 35%”.
Untuk apa yang digambarkan sejak awal, lihat panduan grafik, diagram, dan tabel di Task 1.
Bentuk singkat
Tulis “do not”, “it is”, dan “cannot” dalam bentuk lengkap di esai. Ini soal register, bukan aturan tanda baca: bentuk singkat milik percakapan dan surat informal, sedangkan esai ditulis dengan suara yang lebih formal. Ini saran, bukan syarat yang dipublikasikan, dan ia juga menghilangkan kesalahan “its” di atas.
Memeriksa tulisanmu
Di menit-menit terakhir, periksa tanda baca dengan sengaja. Baca setiap kalimat pelan-pelan dan cari hal-hal ini secara berurutan:
- Apakah setiap kalimat diakhiri titik, dan apakah kalimat berikutnya dimulai dengan huruf kapital?
- Apakah ada koma dengan kalimat utuh di kedua sisinya? Kalau ada, tambahkan titik atau kata sambung.
- Apakah ada koma antara subjek dan kata kerjanya, atau sebelum “that”? Hapus.
- Apakah setiap frasa pembuka dan setiap kata penghubung di awal kalimat punya komanya?
- Apakah setiap apostrof memang pada tempatnya, dan apakah ada apostrof pada bentuk jamak yang seharusnya tidak memilikinya?
- Apakah setiap tahun, dasawarsa, dan daftar ditulis dengan cara yang sama setiap kali?
Pemeriksaan butuh waktu yang harus kamu rencanakan, jadi lihat panduan mengatur waktu di IELTS Writing. Panduan kesalahan umum menunjukkan di mana tanda baca berada di antara kesalahan lain, dan pemeriksa esai membaca esai berdasarkan kriteria. Kalimat yang lebih pendek juga punya lebih sedikit tempat untuk salah, yang dibahas panduan menulis ringkas untuk IELTS Writing.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah IELTS memberi nilai terpisah untuk tanda baca?
Tidak. Di Writing, tanda baca berada di dalam Grammatical Range and Accuracy, satu dari empat kriteria yang berbobot sama. Tidak ada skor tanda baca tersendiri, dan IELTS tidak mempublikasikan jumlah kesalahan tanda baca yang diperbolehkan di band mana pun. Descriptor menggambarkan sebuah skala, dari sering salah atau hilang sampai terkendali begitu baik sehingga tidak terasa.
Apakah comma splice termasuk kesalahan serius?
Ini kesalahan tanda baca yang sering terjadi, dan mudah diperbaiki, jadi layak dihilangkan. Comma splice menyambung dua kalimat utuh hanya dengan koma. IELTS tidak mempublikasikan pengurangan nilai untuk satu kesalahan saja, tetapi comma splice yang berulang membuat tanda baca tampak tidak dapat diandalkan, dan itulah yang digambarkan band-band bawah pada kriteria ini.
Perlukah saya memakai titik koma dan titik dua di IELTS Writing?
Keduanya opsional. IELTS tidak mempublikasikan daftar tanda baca yang wajib dipakai, dan titik tidak pernah salah. Pakai titik koma atau titik dua hanya kalau kamu yakin dengan aturannya, dan pakai seperlunya. Satu halaman dengan titik dan koma yang benar terbaca lebih baik daripada beberapa tanda yang dipakai dengan salah.
Bolehkah saya memakai bentuk singkat seperti “don't” dalam esai?
Tulis dalam bentuk lengkap. Ini soal register, bukan aturan tanda baca: esai dan surat formal ditulis dengan gaya formal, jadi “do not” dan “it is” lebih cocok daripada “don't” dan “it's”. IELTS tidak mempublikasikan daftar bentuk yang dilarang, jadi ini saran, bukan aturan.
Bagaimana saya menulis tahun dan angka di Task 1?
Tulis tahun dengan angka, dan beri koma setelah frasa waktu pembuka, seperti “In 2010, sales fell”. Tulis dasawarsa sebagai “the 1990s” tanpa apostrof. Dalam tulisan Inggris, ribuan memakai koma, seperti 1,200, dan desimal memakai titik, seperti 3.5. Pilih satu cara menulis persentase dan pakai konsisten.
Latih ini dengan umpan balik AI seketika
Rekam jawabanmu di aplikasi dan dapatkan analisis tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pelafalanmu dalam hitungan detik.
Aplikasi berbayar: berapa harganya · penagihan dan pengembalian dana · Dukungan