Cara menjawab pertanyaan yes/no di IELTS Speaking, dengan contoh
Jawaban singkat
Jawab pertanyaan yes/no di IELTS Speaking dengan jawabannya lebih dulu, lalu satu alasan atau detail, kemudian berhenti. “yes” atau “no” saja tidak memberi penguji apa pun untuk dinilai. Di Part 1, dua sampai empat kalimat adalah ukuran yang baik. Di Part 3 kamu boleh lebih panjang, karena pertanyaannya meminta pendapat dan alasan. Katakan “it depends” kalau memang begitu, katakan “not really” yang jujur kalau itu benar, dan jangan mengubah setiap pertanyaan menjadi pidato.
Di halaman ini
Part 1 dan Part 3 tes Speaking penuh dengan pertanyaan tertutup. “Do you like cooking?” “Is it important to keep in touch with friends?” “Would you like to live abroad?” Masing-masing bisa dijawab dengan satu kata, dan justru itulah yang menimbulkan masalah. Penguji membutuhkan bahasa untuk dinilai, dan balasan satu kata tidak memberikannya. Panduan ini membahas cara menjawab, seberapa panjang sebaiknya, dan kesalahan di kedua ujungnya.
Poin penting
- Pertanyaan tertutup adalah undangan untuk berbicara, bukan permintaan satu kata.
- Bentuknya: jawaban, lalu alasan atau detail, lalu berhenti.
- Di Part 1, dua sampai empat kalimat adalah ukuran yang wajar. Di Part 3, harapkan untuk berbicara lebih banyak, karena pertanyaannya meminta pendapat.
- “It depends” dan “not really” yang jujur adalah jawaban yang baik kalau kamu menambahkan alasannya.
- Tidak setiap jawaban membutuhkan cerita, dan pidato panjang untuk pertanyaan sederhana juga merupakan kekurangan.
Mengapa “yes” atau “no” saja tidak cukup
Tes Speaking dinilai berdasarkan empat kriteria berbobot sama: Fluency and Coherence (kefasihan dan koherensi), Lexical Resource (penguasaan kosakata), Grammatical Range and Accuracy (ragam dan ketepatan tata bahasa), dan Pronunciation (pelafalan). IELTS.org mempublikasikan descriptor untuk masing-masing, dan band Speaking adalah rata-rata keempatnya, dilaporkan sebagai band utuh atau setengah band. Setiap kriteria itu dinilai dari bahasa yang kamu hasilkan. Balasan “Yes” hanya punya satu kata kosakata, nyaris tidak ada tata bahasa, hampir tidak ada ritme yang bisa didengar, dan tidak ada gagasan untuk diikuti.
Penguji tidak bisa memberi nilai untuk apa yang tidak kamu ucapkan. Tulisan Part 1 di situs ini tentang jawaban yang panjang dan alami menyampaikan hal yang sama tentang “yes” saja, dan jebakan descriptor terendah yang tercantum di alat band descriptor Speaking mencakup berhenti setelah satu kalimat pendek lalu menunggu pertanyaan berikutnya.
Part 1 berlangsung empat sampai lima menit dan Part 3 berlangsung empat sampai lima menit, menurut deskripsi IELTS.org tentang format Academic. Setiap jawaban pendek dalam waktu itu adalah kesempatan yang terlewat.
Bentuknya: jawaban, alasan atau detail, berhenti
Pola yang andal untuk pertanyaan tertutup punya tiga ketukan.
- Jawaban. Katakan yes, no, atau sesuatu di antaranya, dalam frasa pendek.
- Alasan atau detail. Katakan mengapa, atau berikan satu detail yang konkret.
- Berhenti. Selesaikan gagasannya dan beri jeda yang jelas untuk penguji.
Ambil “Do you like cooking?” (pertanyaan rekaan).
- Terlalu pendek: “Yes.”
- Ukuran yang baik: “Yes, I do, mostly because it helps me switch off after a long day. I usually make something simple, like pasta or a soup, and I find the chopping quite relaxing.”
- Terlalu panjang: laporan dua menit tentang setiap masakan yang pernah kamu buat, tiga kenangan masa kecil, dan rencana membuka restoran.
Jawaban yang baik memberikan alasan (“helps me switch off”) dan detail kecil (pasta, sup, memotong bahan), lalu berhenti. Kalau penguji ingin lebih, mereka akan bertanya.
Kamu bisa memvariasikan urutannya. Alasan bisa datang lebih dulu: “I’ve never really had the patience for it, to be honest, so no.” Yang penting, jawabannya jelas dan alasannya menyusul.
Part 1: dua sampai empat kalimat
Di Part 1 pertanyaannya tentang topik yang akrab seperti pekerjaan, studi, rumah, dan hobi, dan jawaban yang wajar adalah dua sampai empat kalimat. Ini pedoman dari tulisan Part 1 situs ini, bukan aturan IELTS. IELTS tidak mempublikasikan jumlah kata atau kalimat.
Pertanyaan tertutup di Part 1 sering datang berpasangan, dan yang kedua biasanya terbuka. “Do you work or are you a student?” diikuti “What do you do?”. Jawaban yang baik untuk yang pertama sudah memuat sedikit dari yang kedua: “I’m a student, in my second year of an engineering degree.”
Buat jawaban Part 1 tetap pribadi: alasan dari hidupmu sendiri lebih mudah diucapkan daripada pernyataan umum.
Part 3: lebih panjang, dengan alasan
Part 3 menanyakan dunia yang lebih luas: “Is it important for children to learn a second language?” “Do you think people read less than they used to?” Ini juga bisa dijawab dengan yes atau no, tetapi penguji mengharapkan lebih, karena pertanyaannya meminta pendapat dan alasan di baliknya. Tulisan tentang pertanyaan diskusi Part 3 menyarankan sebuah posisi, alasan, contoh, dan, kalau cocok, pengakuan atas sisi lain. Dalam praktik, empat sampai enam kalimat adalah ukuran yang nyaman.
Pertanyaan tertutup di Part 3 bisa dijawab seperti ini (rekaan):
“Do you think people read less than they used to?”
“Probably, yes, at least when it comes to books. Most people I know spend their spare time on their phones, and a long book needs more attention than a video does. That said, they may be reading more short texts than ever before, so I’m not sure it’s simply less. It might be a different kind of reading.”
Kalimat pertama menjawab, kalimat berikutnya memberi alasan dan kontras, dan yang terakhir kembali ke posisi.
Jawaban “it depends”
Beberapa pertanyaan tertutup tidak punya yes atau no yang jujur. “Is it better to live in a city or a village?” sebenarnya pertanyaan terbuka, dan “Do you enjoy trying new food?” mungkin bergantung pada makanannya. “It depends” adalah jawaban yang baik kalau diikuti dengan apa yang menjadi penentunya.
- Lemah: “It depends.”
- Lebih baik: “It depends on the person, really. For someone who likes a quiet life, a village is better, but if you want a wide choice of jobs, a city makes more sense.”
Jebakannya adalah memakainya untuk menghindari posisi apa pun, jadi akhiri dengan sikapmu kalau bisa. Panduan terkait tentang kata penghubung untuk Speaking memuat frasa yang cocok untuk jenis jawaban ini, seperti “it depends on” dan “having said that”.
Jawaban “no” yang jujur
Peserta tes kadang merasa “no” adalah jawaban yang salah, jadi mereka mengarang “yes” lalu tidak bisa mendukungnya. Penguji tidak mencari pendapat tertentu, hanya bahasa untuk dinilai. “No” yang benar disusul alasan lebih mudah diucapkan daripada “yes” yang palsu, dan terdengar lebih alami.
Untuk “Do you like shopping online?”, balasan yang jujur bisa berupa: “Not really, actually. I like to see things before I buy them, so I usually go to a shop, and I only order online when I can’t find something nearby.”
Pelunak seperti “Not really”, “Not so much”, dan “Honestly, no” itu normal dan sopan, dan mengantar ke sebuah alasan. Pilih jawaban yang paling mudah kamu jelaskan dalam bahasa Inggris.
Tidak setiap jawaban butuh cerita
Ada kebiasaan, yang kadang diajarkan, mengubah setiap jawaban menjadi cerita dengan awal, tengah, dan akhir. Itu masuk akal untuk cue card (kartu topik) Part 2, tempat kamu berbicara satu sampai dua menit setelah satu menit persiapan. Itu tidak cocok untuk pertanyaan tertutup di Part 1, dan penguji akan pindah ke pertanyaan berikutnya saat kamu masih menyiapkan latarnya.
Pakai cerita hanya kalau pertanyaannya menanyakan peristiwa lampau, seperti “Did you enjoy it as a child?”, atau kalau kenangan singkat adalah alasan terbaik yang kamu punya. Bahkan begitu, batasi satu atau dua kalimat. Kalau sebuah detail tidak membantu menjawab pertanyaan, buang.
Kesalahan sebaliknya: pidato untuk setiap pertanyaan
Jawaban yang terlalu panjang umum terjadi pada peserta tes yang menghafal saran untuk “extend”. Mereka menjawab “Do you like walking?” dengan paragraf siap pakai tentang kesehatan, alam, dan tata kota. Ini membuat percakapan tidak wajar, dan penguji mungkin harus menyela untuk lanjut. Ini juga bisa terlihat pada kriteria Fluency and Coherence, karena materi hafalan terdengar berbeda dari ucapan langsung. Tulisan tentang strategi Part 1 membahas jebakan yang sama.
Pemeriksaan sederhana: begitu kamu sudah memberi alasan dan detail, berhenti. Diam sebentar setelah jawaban yang utuh itu normal, dan penguji akan mengajukan pertanyaan berikutnya.
Pertanyaan yang tampak seperti yes/no tetapi bukan
Beberapa bentuk pertanyaan diawali seperti pertanyaan tertutup padahal bukan.
- “Do you think… and why?” Ini dua pertanyaan. “Do you think young people spend too much time online? Why?” membutuhkan pendapat dan alasanmu dalam jawaban yang sama.
- “Do you prefer X or Y?” Jawabannya adalah pilihan, bukan yes atau no. Sebutkan yang mana, lalu mengapa.
- “Is it true that…?” dan “Would you agree that…?” Keduanya meminta pendapat dan penjelasan. Persetujuan satu kata tidak cukup.
- “Have you ever…?” Yes atau no hanyalah pintunya; biasanya disusul contoh singkat.
Latih dengan suara keras
Ambil sepuluh pertanyaan tertutup, sebagian bergaya Part 1 dan sebagian Part 3, seperti yang ada di mock test IELTS Speaking. Jawab masing-masing dengan suara keras, rekam, dan hitung kalimatnya. Kalau hanya ada satu, tambahkan alasan. Kalau ada enam, buang yang paling tidak berguna. Dalam seminggu, kamu akan mendapati bahwa dua sampai empat kalimat di Part 1 dan empat sampai enam di Part 3 menjadi ukuran alamimu.
Jawaban tentang cara menjawab pertanyaan IELTS Speaking memberi metode umumnya, dan jawaban tentang meningkatkan kefasihan Speaking menjelaskan mengapa kebiasaan ini mendukung kriterianya. IELTS tidak menjanjikan bahwa panjang atau frasa apa pun menaikkan band. Kebiasaan ini hanya memberi penguji cukup banyak bahasa Inggrismu untuk dinilai, dan itulah yang menjadi dasar nilai.
Pertanyaan yang sering diajukan
Salahkah menjawab hanya “yes” atau “no” di IELTS Speaking?
Itu diperbolehkan, tetapi tidak memberi penguji bahasa apa pun untuk dinilai. Keempat kriteria dinilai dari apa yang kamu ucapkan, jadi jawaban satu kata hampir tidak menunjukkan kefasihan, kosakata, tata bahasa, atau pelafalanmu. Tambahkan alasan atau detail setelah jawabannya, meskipun penguji tidak memintanya.
Berapa lama saya harus berbicara setelah mengatakan yes atau no?
Di Part 1, sekitar dua sampai empat kalimat secara keseluruhan adalah ukuran yang wajar. Di Part 3, jawaban biasanya lebih panjang, sering empat sampai enam kalimat, karena pertanyaannya meminta pendapat dan penjelasan. IELTS tidak mempublikasikan panjang yang diwajibkan, jadi targetkan satu gagasan yang utuh lalu berhenti.
Bolehkah saya menjawab “no” atau tidak setuju dengan pertanyaannya?
Boleh. Penguji tidak mencari jawaban tertentu, hanya bahasa untuk dinilai. “Not really” yang jujur dengan alasan lebih baik daripada “yes” karangan yang tidak bisa kamu dukung. Pilih jawaban yang paling mudah kamu jelaskan dalam bahasa Inggris.
Apakah saya harus bercerita untuk setiap pertanyaan tertutup?
Tidak. Banyak pertanyaan Part 1 hanya membutuhkan alasan dan satu detail kecil. Cerita pantas dipakai kalau pertanyaannya mengundangnya, seperti “Did you enjoy it as a child?”. Cerita panjang untuk menjawab pertanyaan sederhana memakai waktu tanpa menambahkan apa pun yang dibutuhkan penguji.
Bagaimana kalau pertanyaannya diawali “Do you think” dan diakhiri “why”?
Itu dua pertanyaan. Jawab yang pertama dengan pendapatmu, lalu jawab “why” dengan alasanmu. Kamu tidak perlu menunggu penguji menanyakan bagian kedua secara terpisah.
Latih ini dengan umpan balik AI seketika
Rekam jawabanmu di aplikasi dan dapatkan analisis tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pelafalanmu dalam hitungan detik.
Aplikasi berbayar: berapa harganya · penagihan dan pengembalian dana · Dukungan